Character Building Guru PAI
Nama : Siti Fatimah Tunnajah
Mata kuliah : Character Building Guru
PAI
Fak/Jur : Tarbiyah/PAI
Dosen : Evi Renofa
Farmajanti,M.PKim
TAKWA
KEPADA ALLAH
Pengertian
Takwa
Secara
Harfiah, taqwa adalah hati-hati, ingat, mawas diri, dan waspada.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) pengertian taqwa adalah :
a.) Terpeliharanya
sifat diri untuk tetap taat melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala
larangan-Nya
b.) Keinsyafan
yang diikuti kepatuhan dan ketaatan dalam menjalankan segala perintah-Nya dan
menjauhi segala larangan-Nya
Nurcholis
Madjid menjelaskan bahwa taqwa merupakan serapan dari bahasa arab, yaitu
takut pada Tuhan, sikap menjaga diri dari perbuatan jahat, sikap patuh pada
kewajiban, dan menjauhkan diri dari larangan. ( http://karaktergurupai.blogspot.com/2009/01/tugas-character-building-guru-pai.html).
Dan juga Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya menyebutkan, bahwa taqwa adalah
kepekaan batin, kelembutan perasaan, rasa takut kepada Allah terus menerus,
hingga selalu waspada dan hati-hati agar tidak terjerumus dalam maksiat dan
dosa. (http://fichay.blogspot.com/2009/01/character-building-taqwa-kepada-allah.html).
Ciri-ciri
orang takwa
1. Konsisten
menjalankan rukun islam
Menurut kamus besar bahasa
Indonesia, konsisten adalah kemantapan atau ketetapan
dalam bertindak. Maksudnya adalah selalu melakukan apa yang seharusnya
dilakukan sampai rencana atau tujuan itu berhasil dicapai. Sedangkan rukun
adalah sesuatu yang harus dipenuhi untuk sahnya suatu pekerjaan, jadi konsisten
menjalankan
rukun islam adalah selalu melaksanakan
apa yang menjadi rukun di dalam islam dalam kesehariannnya.
2. Mengimani
rukun iman
Rukun
adalah sesuatu yang harus dipenuhi untuk sahnya suatu pekerjaan,
3. Tidak
menganut paham sekulerisme.
Pengertian
sekularisme secara sederhana dapat didefinisikan sebagai doktrin yang
menolak campur tangan nilai-nilai keagamaan dalam urusan manusia, singkatnya
urusan manusia harus bebas dari agama atau dengan kata lain agama tidak boleh
meng intervensi urusan manusia. Segala tata-cara kehidupan antar manusia
adalah menjadi hak manusia untuk mengaturnya, tuhan tidak boleh
mengintervensinya. ( http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/01/18/sekularisme-pluralisme-dan-liberalisme/).
4. Berpakaian
muslim/ah di kampus dan di lingkungannya
Menurut ajaran Islam, berpakaian adalah
mengenakan pakaian untuk menutupi aurat, dan sekaligus perhiasan untuk
memperindah jasmani seseorang. Sebagaimana ditegaskan Allah Swt, dalam
firman-ya:
يبَنِيْ~ ادَمَ قَدْاَنْزَلْنَاعَلَيْكُمْ
لِبَاثًايُوَارِيْ سَوْاتِكُمْ وَرِيْشًاوَلِبَاسُ التَّقْوى
ذلِكَ خَيْرٌ طْذلِكَ مِنْاايتِ الله
لَعَلَّهُمْ يَذَّكَُّرُوْنَ ﴿ الاعراف : ٢٦﴾
Artinya:
“Wahai anak Adam! Susungguhnya Kami
telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagaimu
tetpi takwa itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda
kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalui ingat.” (Q.S. Al-A’raf:26).
Adab
berpakain menurut islam yaitu :
1) Menutup aurat
Aurat
lelaki menurut ahli hukum ialah dari pada pusar hingga ke lutut,aurat wanita
pula ialah seluruh anggota badannya,kecuali
Wajah,telapak
tangan dan tapak kakinya.Rosululloh bersabda: “paha itu dalah aurat “(Bukhari).
2) Tidak menampakkan tubuh
Pakain
muslimah yang jarang sehingga menampakkan aurat wanita muslim tidak memenuhi
syarat menutup aurat.pakain jarang, bukan saja menaampak warna kulit,malah
boleh merangsang nafsu orang yanag melihatnya.Rosululloh bersabda” dua golongan
ahli neraka yang belum pernah aku lihat ialah,satu golongan memegang cemeti
seperti ekor lembu yang digunkan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi
wanita yang memakai pakain tetapi telanjang dan meliuk liukkan. Mereka masuk
surga dan tidak dapat mencium baunya, walaupun bau surga itu dapat dicium dari
pada jarak yang jauh(muslim).
3) Pakain tidak ketat
Tujuannya
adalah supaya tidak kelihatn bentuk tubuh badan wanita muslim.
4) Tidak menimbulkan ria
ROSULULLOH SAW bersabda” siapa yang
melabuhkan pakiannya karenaa perasaan sombong.ALLAH SWT tidak akan
memaandangnya pada hari kiamat”
Dalam
hadist lain ROSULULLOH SAW bersabda “ siapa yanag memakai pakain yang berlebih lebihan
maka ALLAH akan memberikan pakain kehinaan pada hari kiamat nanti” (ahmad abu
daud, an-nasa’iy dan ibnu majah).
5) Lelaki, wanita berbeda
Maksudnya pakain yang khusus untuk lelaki tidak boleh dipakai
oleh wanita begitu juga sebaliknya. Memperlihatkan
persahabatan secara islami di kampus maupun di masyarakat.
5.
Memperlihatkan persahabatan secara islami di kampus
maupun di luar kampus
Ciri-ciri persahabatan yang
islami adalah :
a. Jika kau berbuat baik kepadanya, maka
ia juga akan melindungimu.
b. Jika engkau merapatkan ikatan
persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu.
c. Jika engkau memerlukan
pertolongan darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya.
d. Jika kau menawarkan berbuat baik
kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik.
e. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau
bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.
f. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari
dirimu, maka akan berupaya menutupinya.
g. Jika engkau meminta sesuatu bantuan
darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh.
h. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk
meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi.
i.
Jika
bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan
kesusahanmu itu.
j.
Jika
engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu.
k. Jika engkau merencanakan sesuatu
kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu.
l.
Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau
berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.(
Catatan
Wildan Musthofa).
6. Membaca al-Quran
dan terjemahnyaminimal 1ayat setiap selesai shalat 5 waktu
7.
Memiliki sifat
tawadhu
Tawadhu’ adalah ketundukan kepada kebenaran dan menerimanya
dari siapapun datangnya baik ketika suka atau dalam keadaan marah. Artinya,
janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang. Atau engkau
menganggap semua orang membutuhkan dirimu.( : http://qurandansunnah.wordpress.com/).
8.
Jujur dalam
perkataaan, perbuatan: tidak mencontek dan tidak mencuri
Kata jujur adalah kata yang digunakan
untuk menyatakan sikap seseorang. Jika ada seseorang
berhadapan dengan sesuatu atau fenomena maka orang itu akan memperoleh
gambaran tentang sesuatu atau fenomena tersebut. Jika
orang itu menceritakan informasi tentang gambaran
tersebut kepada orang lain tanpa ada “perobahan” (sesuai dengan realitasnya )
maka sikap yang seperti itulah yang disebut dengan jujur.(
http://jalius12.wordpress.com/)